Hi, guest | Welcome to indonesian blog | Register | Sign in
Advertise | Contact | About | Live Music | Donation | Sitemap

Selasa, 02 Oktober 2012

SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA

. Selasa, 02 Oktober 2012
0 komentar


Sikap positif terhadap nilai-nilai pancasila berarti sikap yang baik dalam menghadapi dan mengamalkan pancasila, maksudnya dalam setiap tindakan dan perilaku sehari-hari selalu berpedoman atau berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila

Karasterisitik Ideologi Pancasila

Karateristik tersebut adalah:

  • Pertama: Tuhan Yang Maha Esa, berarti pengakuan akan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya
  • Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab, berarti pengahrgaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dan bahasanya
  • Ketiga: Bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa.
  • Keempat: Kehidupan kita dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sitem pancasila
  • Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan dalam kemakmuran adalah cita-cita bangsa Indonesia
Arti Pentingnya Pancasila dalam mempertahankan NKRI

Sebagai ideologi dan dasar negara, Pancasila mempunyai fungsi sebagai acuan bersama, baik dalam memecahkan perbedaan serta pertentangan politik di antara golongan dan kekuatan politik yang ada

Upaya mempertahankan Pancasila
  1. Melaksanakan sila-sila Pancasila dalam kehidupan bernegara. Pemerintah dalam semua tindakannya hendaknya didasarkan atas pancasila
  2. Melaksanakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat hendaknya senantiasa memperhatikan kehidupan beragama, hak-hak orang lain, memntingkan persatuan, dan mempertikan keadilan sosial bagi semua anggota masyarakat
  3. Melalui bidang pendidikan. Pendidikan memegang peranan penting untuk mempertahankan Pancasila
selengkapnya->

Sikap Patriotisme Dalam Kehidupan Sehari-hari

.
0 komentar



Sikap patriotisme dalam kehidupan sehari-hari dapat kita wujudkan secara sederhana. Dalam lingkup sekolah kita masing-masing, kita dapat menuangkan sikap patriotisme kita secara sederhana. Baik guru, staff sekolah, ataupun murid harusnya dapat menjalankanya demi kepentingan Bangsa dan Negara kita.

Guru mengemban peranan penting dari sikap pengembangan patriotisme ini, karena guru selaku pengajar tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan saja melainkan juga mengajarkan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, salah satunya nilai patriotisme. Jika guru tidak dapat mengajarkan sikap patriotisme dan melakukanya, maka belum tentu juga seorang murid dapat menjalankan sikap patriotime ini karena tidak ada yang menjadi contoh ataupun teladan bagi sikap ini. Salah satu sikap guru yang dapat menjadi teladan dari sikap patriotisme adalah menjalankan tugas guru dengan baik dan tidak menganggap bahwa pekerjaanya sebagai pekerjaan yang mudah walau ia sudah bertahun-tahun berprofesi sebagai guru. Guru memiliki fungsi mengajar dan mendidik namun terkadang ada beberapa guru yang bertindak sesuka hati terhadap pelajaran yang Ia ajar. Tak ayal lewat hal ini muridpun tidak mendapat ilmu, malah tidak mengerti sama sekali apa yang harunsnya disampaikan guru. Lewat hal ini sikap patriotisime terhadap Bangsa dan Negara yang dijalankan guru sebagai layaknya kaum pendidik adalah gagal.

Murid adalah subjek yang menjadi pengembangan bagi kaum guru dalam lingkup sekolah. Tak hanya itu murid adalah generasi penerus Bangsa yang akan membawa arah pergerakan Bangsa ini dikemudian hari. Oleh sebab itu pengembangan nilai-nilai patriotisme di saat remaja adalah hal yang terutama, karena dapat dijadikan tolak ukur nilai patriotisme kita sebagai penerus Bangsa dikemudian hari. Sebagai murid kita juga dapat mewujudkan sikap patriotisme yang sederhana di lingkungan sekolah. Sebagai contoh dengan adanya pelakasaan upacara disekolah setiap minggunya. Lewat hal ini baik guru maupun murid dapat menumbuhkan nilai patriotismenya secara bersama-sama.

Dalam hal ini nilai patriotisme membutuhkan kesadaran dari semua pihak tanpa terkecuali, andapun yang hanya mampir dan singgah di blog ini pun mempunyai pilihan untuk sadar atau tidak.
"Indonesia tidak pernah menuntut adanya adanya orang berpatriotisme tinggi dari zaman perang dahulu, Indonesia hanya membutuhkan orang yang mau sadar untuk berpatriotisme bagi kepentingan orang banyak."
selengkapnya->

Senin, 01 Oktober 2012

Nasionalisme

. Senin, 01 Oktober 2012
0 komentar

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.

Beberapa bentuk dari nasionalisme

Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warganegara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.
Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial").
Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").
Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.
Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme.
Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Franquisme sayap-kanan di Spanyol, serta sikap 'Jacobin' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika. Secara sistematis, bilamana nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, Catalan, dan Corsica.
Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada abad ke-18, nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.
selengkapnya->